Info Berita

 

Benih Unggul BATAN Sulit Didapat di SHS

leduk000

Banyumas. Ery Prahasto yang mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Banyumas mengakui bahwa BATAN merupakan lembaga penghasil benih bermutu. “Dari beberapa hasil yang telah dicoba di Banyumas, varietas ini disukai petani karena memang memiliki hasil yang tinggi yaitu diatas 8 ton perhektarnya, dan padinya gemuk-gemuk”, tambah Ery.

Demikian hal ini disampaikan pada acara acara Panen Perdana padi varietas Inpari Sidenuk di desa Leduk, kecamatan Kembaran, kabupaten Banyumas pada Sabtu, 23 Februari 2013. Pihaknya pernah bertanya keberadaan Sidenuk ke Sang Hyang Seri (SHS) sebagai distributor benih, tapi pihak SHS mengatakan tidak ada. Oleh karena itu pihaknya menyambut baik kerja sama ini. Jika perlu seluruh sawah di Banyumas bisa diterapkan dengan kerja sama penanaman padi dengan jaminan seperti ini, lanjut Ery.

Kepala Desa Leduk, Suyitno mengucapkan terima kasih kepada BATAN sebagai penghasil teknologi benih unggul karena usahanya mendorong peningkatan kehidupan petani. Diakui bahwa pihaknya banyak menerima tawaran kerja sama, namun baru kali ini didapat kerja sama dengan jaminan produksi. Selanjutnya Suyitno berharap agar dengan pengaturan yang baik pada sistem ini, sehingga akan berlanjut pada musim tanam berikutnya.

leduk002

Untuk musim tanam selanjutnya  permintaan petani terhadap program ini sangatlah besar. Program Budidaya Padi dengan Jaminan untuk musim tanam kedua (MT-2) ditargetkan untuk 10.000 Ha. Hingga saat ini permintaan yang sudah masuk lebih dari 150.000 Ha.

Dalam siaran pers PT MB Plus Agro, melalui Direktur Pemasaran Oki Kresnadi selaku contact person dikatakan bahwa bila dilihat secara nasional apa yang telah kami lakukan ini tidaklah berarti, namun kami sudah memulai dan kami yakin bila sahabat petani menghendaki program ini diteruskan dan mendapat restu dan dukungan dari pemerintah, Insya Allah program ini akan berkembang menjadi besar, sehingga kesejahteraan sahabat petani meningkat disamping ikut mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan.

Acara potong padi dilakukan oleh Pembina Batan Golden Age Club (BGAC), Sutaryo Supadi, Kepala Desa Leduk, Suyitno, Direktur Utama MB Plus Agro Adil Salahudin, Perwakilan Dinas Pertanian dan Perkebunan kabupaten Banyumas. Hadir dalam acara panen tersebut antara lain para pejabat terkait bidang pertanian Jawa Tengah dan Banyumas, para kelompok tani, penyuluh lapangan, dan warga desa Leduk (biw).

http://www.batan.go.id/view_news.php?idx=2067&Benih%20Unggul%20BATAN%20Sulit%20Didapat%20di%20SHS

 

<p’>pdin  : 24-02-2013 17:41:20

Penanaman Padi dengan Jaminan Hasil

leduk100

Banyumas. PT MB Plus Agro telah bekerjasama dengan Perusahaan Asuransi untuk menjamin hasil panen sebesar 8 Ton GKP per hektar. Bila hasil panen kurang dari 8 Ton GKP/Ha pihak asuransi akan mengganti kekuranganya dalam bentuk uang, dengan syarat petani telah melakukan kewajibannya sesuai SOP yang ditetapkan.

Demikian hal tersebut disampaikan oleh Ir. Noor Agus Salim saat memberikan sambutan dalam acara Panen Perdana padi varietas Inpari Sidenuk di desa Leduk, kecamatan Kembaran, kabupaten Banyumas pada Sabtu, 23 Februari 2013. Selanjutnya Noor menjelaskan bahwa PT MB Plus Agro adalah Perusahaan Swasta Nasional bergerak dibidang Agro Industri yang peduli dalam meningkatkan kesejahteraan petani, sedangkan BGA Club adalah Batan Golden Age Club, yaitu organisasi Persatuan Pensiunan Pegawai Batan yang memiliki pengalaman dan pengetahuan selama bekerja di Batan lebih dari 30 tahun.

Program budidaya padi dengan Jaminan ini untuk pertama kalinya diluncurkan pada tanggal 10 Oktober 2012 di Jakarta, kerja sama antara PT MB Plus Agro dan BGA Club.  Pola yang dipilih dalam pelaksanaan program ini adalah  kerja sama kemitraan dengan petani yang tergabung dalam Gapoktan, dengan pembagian hasil 70 % untuk petani dan 30 % untuk PT MB Plus Agro/BGA Club.

leduk101 (2)

Dalam program ini digunakan benih unggul hasil riset iptek nuklir BATAN yaitu Inpari Sidenuk yang produktifitasnya tinggi 9,1 Ton GKG/Ha dan rasanya pulen. Pupuk yang digunakan adalah pupuk Bio Organik yang diyakini bisa meningkatkan kesuburan tanah secara bertahap.

Keuntungan petani mengikuti program ini, petani tidak perlu mengeluarkan biaya benih, pupuk, pestisida, dan hasil panennya dijamin. Sebagai gambaran, jika saat panen tiba, petani akan memperoleh haknya minimal sebesar 70% x 8 Ton GKP/Ha atau sebesar 5,6 Ton GKP/Ha (bila harga gabah Rp 4,000.-/kg Petani akan menerima Rp 22.400.000,- kotor).

“Kewajiban petani adalah mengolah lahan, menanam dan mengelola tanaman, menyiapkan dan melakukan panen sesuai SOP”, demikian tegas Noor Agus Salim. Di desa Ledug, kecamatan Kembaran program  budidaya padi dengan jaminan untuk pertama kalinya diimplementasikan.  Petani awalnya merasa ragu dan was was  walaupun sudah dilindungi dengan polis Asuransi. Dari luasan sekitar 2000 ha, namun yang tertarik dan akhirnya bergabung hanya sekitar 150 petani dengan luas sawah 52 ha saja, demikian Noor menambahkan. (biw)

http://www.batan.go.id/view_news.php?idx=2068&Penanaman%20Padi%20dengan%20Jaminan%20Hasil

HARIAN TERBIT

Tegas, Lugas, Cerdas

Rabu, 10 Oktober 2012 19:16 WIB

Pensiunan Batan Dukung Swasembada Pangan

Tety Polmasari — HARIAN TERBIT

swasembada pangan

JAKARTA — Menjadi pensiunan bukan berarti tak bisa berbuat apa-apa. Bagi peneliti, semakin tua usia, semakin berisi dengan ilmu. Lihat saja pensiunan pegawai Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) yang tergabung dalam Batan Golden Age-Club (BGA-C).

Di usianya yang semakin senja ini, justeru organisasi yang para anggotanya menguasai ilmu pengetahuan dan pengalaman panjang dalam riset, ini memberikan sumbangsih ilmunya kepada para petani. Organisasi paguyuban ini memberikan asistensi kepada petani agar hasil taninya bisa menuju swasembada pangan yang terus dicanangkan pemerintah.

“Kami terpanggil untuk mendukung program swasembada pangan, khususnya beras melalui penanaman padi varietas unggul hasil litbang Batan,” kata Ir. Noor Agus Salim, Ketua BGA-Club, Rabu (10/10), di Pusat Desiminasi Iptek Nuklir (PDIN), Pasar Jumat, Jakarta.

Organisasi itu pun lantas menggandeng PT MB Plus Agro meluncurkan Program Produksi Padi dengan Jaminan Hasil. Ini program pertama kali di Indonesia. Dengan program ini pembagian hasil 70 persen untuk petani, dan 30 persen untuk perusahaan.

“Kami menjamin hasil panen sebanyak 8 ton padi basah per hektar. Kalau hasil panen kurang dari 8 ton, asuransi akan mengganti kekurangan dengan bentuk uang sesuai harga pasar yang berlaku. Syaratnya antara lain jika kelompok tani memiliki luas lahan 10 hektar dalam satu area,” kata Oki Kresnadi dari PT MB Plus Agro.

“Selama ini kontribusi petani terbatas tenaga mengolah tanah, mengelola sawah, dan menanam padi. Melalui program ini kontribusinya jadi lebih luas,” tambah Noor.

Melalui program itu, petani akan mendapatkan support penuh dan tepat waktu, supervisi atau pengawalan teknik penanaman, pestisida dan herbisida, serta asuransi pertanian. Hasil panen juga dibeli dengan harga pasar.

Noor menjelaskan, dengan menggunakan metode pertanian yang tepat dan modern, akan meningkatkan produksi yang cukup besar. Dengan dukungan tenaga ahli dan peneliti yang ahli di bidangnya akan membuat rasa aman bagi para petani.

“Melalui program ini juga mengembalikan tanah pada kemuliaannya karena menggunakan pupuk bio organik dan menghindari penggunaan pupuk kimia,” tambah Oto.

Editor — Fenty Wardhany

Hasil Panen Padi Bisa Jadi Jaminan

http://www.technology-indonesia.com/home/371-hasil-panen-padi-bisa-jadi-jaminan

PostAuthorIconDitulis oleh Aliefiens | PDF Cetak E-mail
Dukungan tenaga ahli dan peneliti di bidangnya serta penggunaan metode pertanian yang tepat dan modern dapat  meningkatkan produksi akan membuat rasa aman bagi para petani.Peneliti yang tergabung Golden Age-Club (BGA-C) Batan telah menghasilkan varietas unggul dan padinya sudah digunakan oleh petani dengan hasil yang memuaskan. Organisasi paguyuban ini selanjutnya memberikan asistensi kepada petani agar hasil taninya mendukung swasembada pangan sesuai rencana pemerintah pada 2014 mendatang.”Kami terpanggil untuk mendukung program swasembada pangan, khususnya beras melalui penanaman padi varietas unggul hasil litbang Batan,” kata Ir. Noor Agus Salim, Ketua BGA-Club, Rabu (10/10), di Pusat Desiminasi Iptek Nuklir (PDIN), Pasar Jumat, Jakarta.Organisasi itu pun  menggandeng PT MB Plus Agro meluncurkan Program Produksi Padi dengan Jaminan Hasil. Program ini merupakan pertama  di Indonesia yang memberikan pembagian hasil 70 persen untuk petani, dan 30 persen untuk perusahaan.”Kami menjamin hasil panen sebanyak 8 ton padi basah per hektar. Kalau hasil panen kurang dari 8 ton, asuransi akan mengganti kekurangan dengan bentuk uang sesuai harga pasar yang berlaku. Syaratnya antara lain jika kelompok tani memiliki luas lahan 10 hektar dalam satu area,” kata Oki Kresnadi dari PT MB Plus Agro.”Selama ini kontribusi petani terbatas tenaga mengolah tanah, mengelola sawah, dan menanam padi. Melalui program ini kontribusinya jadi lebih luas,” tambah Noor.Melalui program itu, petani akan mendapatkan support penuh dan tepat waktu, supervisi atau pengawalan teknik penanaman, pestisida dan herbisida, serta asuransi pertanian. Hasil panen juga dibeli dengan harga pasar. Selain itu mengembalikan tanah pada kemuliaannya karena menggunakan pupuk bio organik dan menghindari penggunaan pupuk kimia.


INFO
BATAN
Program Jaminan Penuh Untuk Swasembada Beras
(Jakarta, 10/10/2012);
IMG_0736edit

Dalam rangka swasembada beras, kegiatan litbang iptek nuklir di Indonesia diarahkan untuk menghasilkan banyak produk yang dapat dimanfaatkan bagi masyarakat. Pemanfaatan hasil litbang iptek nuklir di bidang pertanian telah memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat. Melalui berbagai program kerja sama kemitraan dengan dunia usaha, BATAN melakukan terobosan demi kedaulatan dan kemandirian pangan.

BGAC (BATAN Golden Age Club) sebuah organisasi paguyuban pensiunan

pegawai BATAN turut terpanggil untuk mendukung program pemerintah dalam upaya swasembada pangan, khususnya beras. Bersama dengan BATAN, BGAC menjalin kerjasama dengan PT. MB Plus Agro mencanangkan program produksi padi dengan jaminan penuh, artinya penanaman padi varietas unggul litbang BATAN dengan jaminan benih berkualitas, suplai saprodi penuh dan tepat waktu, supervisi/pendampingan selama tanam dan hasil produksi dibeli dengan harga pasar.

Untuk menyebarluaskan program ini, BGAC-BATAN bersama PT. MB Plus Agro menyelenggarakan konferensi pers yang mengundang sejumlah wartawan media cetak, online dan radio dengan tema “Program Produksi Padi dengan Jaminan Penuh”, di ruang Audio Visual PDIN BATAN Pasar Jumat. Hadir sebagai narasumber Ketua BGAC Ir. Noor Agus Salim, Deputi PHLPN Dr. Ferhat Aziz, M.Sc, Kepala PATIR Dr. Hendig Winarno, serta Direktur Pemasaran

PT. MB Plus Agro Oki Kresnadi, dengan moderator Kepala BKHH Drs. Totti Tjiptosumirat, M.Rur,S.Ci. Hadir pula perwakilan dari perusahaan asuransi yang turut menyokong program ini seperti PT. Bosowa Insurance, PT. Asuransi Bina Griya Upakara, PT. Asuransi Intra Asia dan PT. Bess Central Insurance.

Ir. Noor Agus Salim dalam sambutannya mengatakan pembagian hasil panen nantinya 70% untuk petani dan 30% untuk PT. MB Plus Agro/BGAC. “Ini semua untuk meningkatkan kesejahteraan petani” tambahnya. Noor menyampaikan pula bahwa program ini pertama kali dilaksanakan di Aceh, namun beberapa wilayah di Pulau Jawa juga antusias dan telah mendaftar untuk ikut serta dalam program ini.

Sementara itu, Oki Kresnadi menegaskan bahwa PT. MB Plus Agro telah bekerjasama dengan pihak asuransi untuk menjamin hasil panen petani. “Jika ada bencana di luar kemampuan manusia, seperti hujan badai atau banjir, maka petani akan dapat ganti rugi benih dan pupuk, agar petani tetap bisa melanjutkan tanam” tambahnya. Disamping itu Oki menjelaskan, bahwa dalam program ini semua menggunakan teknologi BATAN, mulai dari benih, pupuk hingga pendampingan masa tanam.

Di akhir acara Deputi PHLPN Dr. Ferhat Aziz menyampaikan rasa bahagia bahwa hasil litbang BATAN dapat dikenal dan dinikmati secara luas. Ferhat optimis program yang dimulai dari Aceh ini akan diikuti oleh beberapa wilayah lain di Indonesia. (AG)

Suara Pembaruan

Tanam Padi Dijamin Asuransi
Rabu, 10 Oktober 2012 | 16:04

20121010160552574

Ilustrasi menanam padi [google]
[JAKARTA] Petani di Indonesia bisa bernafas lega. Dalam waktu dekat akan ada asuransi penanaman padi. Melalui program produksi padi dengan jaminan penuh, selain disediakan bibit unggul, kerusakan tanaman karena bencana, iklim bisa dijamin, tidak merugikan petani serta mampu mendorong kesejahteraan petani.

Program ini merupakan hasil kerja sama Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Batan Golden Age-Club (BGA-C) atau organisasi pensiunan Batan dan PT MB Plus Argo yang bergerak di bidang pertanian.

Sebagai permulaan program ini akan dimulai di 1.000 hektar sawah di Aceh dengan penanaman padi Mira I varietas unggulan Batan hasil teknologi pemuliaan melalui radiasi.

Ketua BGA-C Noor Agus Salim mengatakan program budidaya padi dengan program kemitraan ini ingin meningkatkan kesejahteraan petani, sehingga mampu mencegah urbanisasi.

“Varietas Mira 1 sudah coba ditanam di 22 daerah, hasilnya di atas 8 ton per hektar, di Tangerang mencapai 12 ton per hektar, Bogor dan Kebumen 11 ton per hektar. Nantinya pola penyebaran benih, pemupukan petani dibantu tim pengawas. Sehingga penanaman padi berjalan sesuai standar operasional Batan,” katanya di Jakarta, Rabu (10/10).

Noor menambahkan, petani dalam program ini hanya menyediakan tenaga. Benih, pupuk organik, pendampingan dan asuransi dijamin oleh PT MB Plus Argo dan Batan.

Nantinya, petani yang tergabung dalam kelompok petani akan diberi hak 70 persen dari hasil produksi dan 30 persennya bagi PT MB Plus Argo dan BGA-C Batan. Diperkirakan 1 hektar dengan asumsi dari 8 ton per hektar hasil total, petani mendapat sekitar 6 ton senilai Rp 24 juta selama 4 bulan.

Direktur Pemasaran PT MB Plus Argo Oki Kresnadi menjelaskan untuk program penanaman padi di tujuh kabupaten di Aceh seperti Aceh Besar, Pidie dan Bireun ini membutuhkan investasi senilai Rp 6 miliar.

Mira 1 selain tahan kekeringan, umur tanam pun hanya sekitar 115- 120 hari.

“Kalau SOP dilanggar petani sehingga hasilnya tidak sesuai harapan tidak kita jamin. Intinya harus mengikuti panduan. Karena ke depan kebutuhan pangan terus bertambah sedangkan lahan terus menyempit dan manusia semakin bertambah,” ucapnya. [R-15]

Antara News

Program Produksi Padi “Jaminan Putih”

Rabu, 10 Oktober 2012 17:04 WIB

20121010ilustrasi-tanaman-padi

Ilustrasi tanaman padi (Dok)

Petani hanya menggarap sesuai petujuk SOP (standard operating procedure) pendampingnya, sedangkan sarana produksi seperti benih dan pupuk disediakan.

Jakarta (ANTARA Kalbar) – Program produksi padi dengan jaminan penuh segera diujicobakan di lahan seluas 1.000 hektare milik Pemprov Aceh dengan para petani penggarap tanpa modal apapun, baik benih, pupuk hingga pestisida.

“Jadi, petani hanya menggarap sesuai petujuk SOP (standard operating procedure) pendampingnya, sedangkan sarana produksi seperti benih dan pupuk disediakan,” kata Ketua Batan Golden Age Club (BGA-C), Noor Agus Salim, kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

Menurut ketua klub para pensiunan peneliti Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) itu, program ini dimaksudkan mendorong terciptanya swasembada pangan nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Benih yang digunakan di Aceh adalah Mira 1, benih unggul hasil iradiasi Batan yang potensi produksinya mencapai 9,2 ton per hektare gabah kering giling, dan akan mulai ditanam pada musim tanam Oktober 2012 selama 120 hari di tujuh kabupaten di Aceh, antara lain Aceh Besar, Pidie, dan Bireuen.

“Petani mendapat jaminan ketersediaan benih yang berkualitas, pupuk organik yang juga hasil riset Batan, bahkan mitra Batan PT MB Plus Agro juga akan menjamin pemasaran hasil panennya dan membelinya dengan harga pasar,” kata Noor.

Sementara itu, Direktur Pemasaran PT MB Plus Agro, Oki Kresnadi mengatakan, hasil panen tersebut akan dibagi 70 persen untuk petani, 30 persen untuk PT MB Plus, yang artinya jika petani menggarap 1 ha lahan, maka ia akan berhak mendapat 5-6 ton padi hasil panen tanpa keluar modal.

“Ini berarti sekitar Rp24 juta diberikan secara bersih kepada petani, namun sewa lahan atau kepemilikan lahan tetap merupakan urusan petani,” katanya.

Program ini bersifat terbuka dengan syarat petaninya harus tergabung dalam suatu kelompok tani, memiliki lahan minimal 10 ha dalam satu area, ada irigasi teknis sepanjang tahun untuk sawahnya, kesepakatan petani menjalani SOP serta adanya kontrak kerja sama.

“Pemprov Aceh optimistis dengan program ini dalam rangka menjadikan Aceh sebagai lumbung pangan nasional dan berencana menyiapkan lahan tambahan sampai 5.000 ha, belum lagi para petani di Jawa juga sangat berminat ingin ikut,” katanya.

Untuk putaran pertama, pihaknya membatasi sampai 10.000 ha disesuaikan dengan kemampuan, kemudian pada putaran kedua bisa diperluas menjadi 50.000 ha.

Oki mengatakan, untuk memulai program di lahan seluas 1.000 ha ini pihaknya menyediakan modal Rp6 miliar untuk membiayai penangkaran benih, pembuatan pupuk, insektisida, pendampingan hingga asuransi.

Asuransi akan menjamin hasil panen sebesar 8 ton padi basah per ha, dan bila hasil panen kurang dari 8 ton, maka pihak asuransi akan mengganti kekurangannya dalam bentuk uang.

“Jika terjadi bencana di luar kehendak manusia, maka petani memang tak mendapat hasilnya, alias sama-sama rugi, namun mereka tetap akan memperoleh benih untuk melanjutkan usahanya menggarap lahan pertaniannya,” ujarnya.
(D009)

Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s